Sinergi Industrial dan Pendidikan


Dalam postingan ini saya megutip dari situs okezone.com tentang artikel yang berjudul "Sinergi Industrial dan Pendidikan" yang di tulis oleh Dekan Fakultas Ekonomi UI yaitu bapak Firmanzah, Ph. D. yang isinya adalah sebagai berikut. mudah-mudahan bisa menjadikan suatu referensi untuk berinvestasi dikemudian hari.

DAYA saing dan produktivitas suatu negara ditopang oleh kualitas sumber daya manusia (SDM). Karena itu, institusi pendidikan harus mampu mengembangkan pengetahuan yang relevan dengan kebutuhan sektor industri atau pasar tenaga kerja.
Mereka harus membangun blueprint pendidikan yang terkait dengan strategi dan tahapan industri. Sejarah menunjukkan,negaranegara di Eropa membangun universitas-universitas di awal abad ke-11 yang nantinya menghasilkan revolusi industri melalui serangkaian penemuan teknologi. Jepang juga melakukan hal serupa. Amerika Serikat (AS) mencapai posisinya seperti sekarang lantaran ditopang SDM berkualitas. Pertumbuhan China berjalan seiring dengan komitmen nasional memajukan pendidikan. Lantas bagaimana dengan Indonesia? Harus diakui, kita masih terfokus pada basic-education.
Sejumlah persoalan seperti kualitas fisik sekolah, pemerataan kesempatan pendidikan, kualitas guru, buku, dan perpustakaan masih menjadi persoalan sampai sekarang. Percepatan internet masuk ke sejumlah SD, SMP, SMA, dan madrasah menjadi salah satu agenda penting 100 hari Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas), di samping sejumlah program kerja lain, terutama pemenuhan kualitas pendidikan dasar. Selain basic education, highereducation juga perlu dikembangkan. Daya saing nasional,regional, dan lokal-daerah hanya dapat terjadi apabila Indonesia memiliki SDM yang kreatif, inovatif, dan profesional.Arah pengembangan industri, baik nasional, regional maupun lokal perlu ditopang oleh perguruan tinggi.
Beberapa data terakhir menunjukkan indikasi mengkhawatirkan di mana pengangguran terdidik meningkat signifikan. Jumlah penganggur di kalangan terdidik sampai Februari 2009 mencapai 1,1 juta orang. Angka ini naik hampir dua kali lipat dibandingkan jumlah pengangguran terdidik pada 2004, 585.000 orang. Padahal, di saat yang sama, sebenarnya terjadi penurunan jumlah pengangguran di Indonesia secara absolut atau persentase menurut data Badan Pusat Statistik (BPS).Gejala ini perlu kita cermati. Peningkatan jumlah pengangguran terdidik mungkin akibat ketidaksesuaian antara apa yang dihasilkan (supply) dengan apa yang dibutuhkan (demand) industri.
Upaya menyeimbangkan supplydan demandtenaga kerja membutuhkan kerja sama antara industri dan perguruan tinggi. Industri membutuhkan perguruan tinggi. Begitu sebaliknya, kurikulum perguruan tinggi perlu melihat arah pengembangan industri. Keterkaitan antara perguruan tinggi dan industri terjadi di tiga tingkatan, yakni riset,manajerial,dan keterampilan. China menggunakan strategi zero-distance antara perguruan tinggi dan kawasan industri. Jepang dan Taiwan menerapkan science-park, berupa fasilitas di dalam kawasan industri demi memfasilitasi dan mengembangkan riset-aplikasi.
Keterkaitan antara pemerintah, perguruan tinggi, dan industri menjadi keniscayaan demi membangun basis industri yang kokoh, berkesinambungan, dan efisien. Jika pemerintah sudah memiliki blueprint industri Indonesia di masa depan,perguruan tinggi dapat melakukan konsolidasi untuk membangun kurikulum yang dibutuhkan demi menghasilkan SDM yang berketerampilan. Berdasarkan pemahaman ini,penyelenggaraan program S-1,vokasi, D-3, dan D-4 perlu menyesuaikan diri dengan kebutuhan pasar dan arah pengembangan industri.Sebagai contoh,strategi pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang direncanakan pemerintah juga harus didukung perguruan tinggi.
Institusi pendidikan dapat memasok SDM yang berkualitas untuk kerja di KEK tersebut dan dapat memberikan kontribusi kepada produk domestik bruto (PDB) sektoral. Melihat kontribusi sektoral terhadap PDB nasional,maka kontribusi infrastruktur, komunikasi, jasa dan perdagangan mengambil porsi signifikan.Ke depan, sektor apa yang menjadi andalan Indonesia membutuhkan dukungan lulusan perguruan tinggi yang nantinya bekerja di tingkat perusahaan dan industri.Sektor industri apa dan di wilayah mana yang akan kita kembangkan, perlu dikomunikasikan ke institusi pendidikan demi penyiapan SDM.
Sewaktu BJ Habibie menjabat sebagai Menteri Riset dan Teknologi, polaserupadilakukan.Keinginan membangun industri kedirgantaraan nasional hanya bisa dilakukan apabila SDM mendukungnya. Program pengiriman mahasiswa ke Jerman, Prancis, dan sejumlah negara maju dilakukan pada saat itu. Kalau kita ke depan ingin membangun industri kelautan yang berdaya saing, hal tersebut perlu ditopang oleh kesiapan perguruan tinggi untuk menghasilkan lulusan yang siap pakai, mempunyai kemampuan manajerial yang memadai, dan dibekali dengan keahlian riset terkait industri kelautan.
Demi membangun keahlian dan kemampuan ini, sejumlah kementerian seperti Kementerian Perindustrian, Perdagangan, Bappenas, dan Pendidikan Nasional perlu duduk bersama memetakan strategi pembangunan nasional sehingga perguruan tinggi dapat membangun SDM siap pakai.Visi ke depan dengan perencanaan matang serta implementasi dari rencana yang efektif dan efisien dapat meningkatkan kesejahteraan serta mengurangi tingkat pengangguran terdidik berpendidikan di Indonesia.

(Koran SI/Koran SI/rhs)

Peluang Bisinis bagi Mahasiswa


oleh: Fahmi M. Nur Ibrahim
Mahasiswa identik dengan intelektual dan berpikir luas, mahasiswa adalah kesempurnaan sikap dan sifat dari sikap-sikap sejak SD, SMP, dan SMA. Mahasiswa sering dipandang sebagai cikal bakal pemegang bangsa kelak nanti, dan mudah-mudahan setiap mahasiswa mampu mengemban amanatnya dengan baik dan penuh kesadaran, kesadaran yang bisa bersumber dari agama dan pengalaman pribadi.
Namun, seringkali mahasiswa dibenturkan dengan berbagai macam permasalahan, terutama permasalahan yang menyangkut finansial, terkadang hal ini sangat penting. Permasalahan yang mampu menjadi tolok ukur mahasiswa. oleh sebab itu perlu bagi kita-selaku mahasiswa-memaksimalkan potensi diri kita untuk menunjang sekaligus mencari solusi dari permasalahan kita selama ini, yaitu fiansial. ada beberapa saran yang mungkin bisa sedikitnya menjadi solusi bagi kita, khususnya mahasiswa. sebagi berikut:

  1. mencari pekerjaan di perusahaan-perusahaan yang menyediakan waktu untuk anak perkuliahan, biasanya dikenal dengan part time, adapaun pekerjaannya biasanya menjadi pelayan toko, pensortir barang, cleaning services, dan lain-lain.
  2. kreatif membuat suatu barang atau buah karya, artinya mahasiswa dituntut untuk berusaha sekreatif mungkin menghasilkan suatu karya-kerajinan tangan-yang bisa dipasarkan mulai dari lingkungan kampus sampai luar kampus, seperti contoh membuat tas dari rajutan, melukis, membuat boneka dari bahan daur ulang, dan sebagainya.
  3. mengamen, walaupun banyak mahasiswa yang enggan untuk melakukan hal ini, tapi faktanya setiap hari minggu, khususnya di kota-kota besar, pada stopan lampu merah, sering dipenuhi oleh pengamen namun bukan pengamen biasa, itulah mahasiswa. yang cukuplah penghasilan dari ngamen ini bisa untuk makan bukan dari uang orang tua.
  4. untuk mahasiswa yang cukup cerdik dan aktif di berbagai keorganisasian, mereka biasanya memohon bantuan modal kepada beberapa dosen pembimbingnya untuk dikembangkan, dan itu juga cukup bisa diadopsi bagi sebagian mahasiswa. biasanya mereka meminta bantuan modal untuk membuat suatu lahan pekerjaan, contoh untuk membuka warnet, kantin, dan sebagainya. hasilnya pun cukuplah untuk biaya sehari-hari.
  5. menulis buku, mahasiswa mengandalkan kemampuan tulis menulisnya untuk membuat sebuah buku dan untuk selanjutnya akan diterbitkan, wah... cukup besar itu hasilnya kalau bukunya bisa diterima penerbit.
Dan masih banyak lagi solusi-solusi lain yang ditawarkan bagi mahasiswa untuk memenuhi kebutuhan fianansialnya, dengan syarat kreatif, istiqomah, dan dinamis. mungkin itulah ulasan untuk postingan sekarang, kalau ada yang mau menambahkan atau saran, di tunggu...

Memulai Berinvestasi di Dunia Maya


Oleh: Fahmi M. Nur Ibrahim
Sebenarnya ada banyak cara untuk investasi di dunia maya, ada yang mengambil jalur main saham, forex, logam mulia, MLM dan masih banyak lainnya. semua investasi di dunia maya tergantung pada kesukaan yang bermainnya, ada yang gemar memainkan saham di BEJ, Forex yang berlalu lintas dengan mata uang antar dunia atau yang gemar dengan mengajak orang lain (bisa lewat jejaring sosial seperti FB, twitter, FS, my space, dan lain sebagainya) yang sering kita sebut Multy Level Marketing.
Koneksi internet memungkinkan setiap orang yang berada dimana saja untuk mendapatkan tambahan penghasilan, tergantung dari seberapa jelinya kita mendapatkan info tentang situs penyedia atau pemberi uang tersebut. ada beberapa macam jenis bisnis yang ditawarkan oleh beberapa web, diantaranya ada yang berupa afiliasi, publisher, atau review.
Penulis menawarkan sebelum berbisnis online, terlebih dahulu, lihat scam atau tidaknya web tersebut, karena kebanyakan yang bisnis yang menghasilkan cepat ialah bisnis online yang scam atau penipuan, hati-hati. terus, lebih aman bermain bisnis internet yang bermodal sedikit, seperti investasi logam mulia.
Tapi, Apapun itu jenis investasinya, yang penting para pemain invesatsi harus konsisten dan mampu menjalankannya dengan baik, kontinuitas dan dinamis adalah modal bagi para investment untuk meraih kesuksesan di masa yang akan datang.

Powered by Blogger Tips